FSY 2026 Mengusung Tema “LAKU”, Pertanyaan tentang Manfaatnya bagi Ekosistem Sastra Mengemuka
Mojok.co melaporkan pembacaan atas tema “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026. Sorotan utamanya bukan hanya pada istilah yang dipilih, tetapi pada seberapa jauh ia benar-benar berguna untuk ekosistem sastra yang lebih luas.
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 tengah dibaca lewat satu kata kunci: “LAKU”. Dalam laporan Mojok.co, tema ini tidak hanya dipandang sebagai penanda acara, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk menimbang ulang kegunaan sebuah festival sastra bagi ekosistem yang menanggungnya. Pertanyaannya sederhana, namun penting: sejauh mana sebuah tema festival benar-benar bekerja untuk penulis, pembaca, penerbit, komunitas, dan ruang sastra secara keseluruhan?
Tema yang Mengundang Tafsir
Pemilihan satu kata sebagai tema kerap membuka banyak kemungkinan makna. “LAKU” dapat dibaca sebagai sesuatu yang bergerak, berjalan, berproses, atau bahkan laku dalam arti keterhubungan dengan praktik sehari-hari. Dalam konteks festival sastra, kata itu mengarahkan perhatian pada sastra bukan hanya sebagai teks, melainkan sebagai aktivitas yang hidup di tengah masyarakat.